and posted in Uncategorized

BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017 akan mulai bergulir 12 Juni 2017. Para pebulu tangkis Indonesia akan mencoba untuk menghapus tren negatif setelah tiga edisi terakhir tanpa gelar.

Terakhir, wakil Indonesia menjadi juara Indonesia Open pada 2013. Saat itu, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan merebut trofi setelah mengalahkan pasangan Korea, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae, dengan skor 21-14 dan 21-18.

Tuan rumah sebenarnya punya sejarah bagus saat tampil di Indonesia Open. Tercatat ada tiga pemain Merah Putih yang mengoleksi trofi paling banyak di ajang yang pertama kali dihelat pada tahun 1982, yaitu enam trofi.

Sementara Lee Chong Wei menjadi satu-satunya pebulu tangkis asing yang mampu menyamai rekor tersebut. Pemain asal Malaysia ini juga berstatus juara bertahan di Indonesia Open 2017.

Lantas, siapa saja pemain yang paling sukses di ajang yang memperebutkan total hadiah US$ 1 juta atau setara Rp 13,5 miliar tersebut? Berikut ini empat pemain yang mengoleksi trofi paling banyak di Indonesia Open.

 

 

Ardy B. Wiranata (AFP/Tommy Cheng)

Ardy B Wiranata pertama kali menjadi juara Indonesia Open pada 1990. Bertemu dengan kompatriotnya, Eddy Kurniawan, Ardy menang dua gim langsung, 15-10 dan 15-5.

Peraih medali perak Olimpiade Barcelona 1992 itu kemudian mempertahankan gelar itu pada 1991 dan 1992.

Pada 1993, gelar itu kemudian berpindah tangan ke Alan Budikusuma. Namun, 1994, Ardy kembali menjadi kampiun berkat kemenangan 15-9 dan 15-8 atas Joko Supriyanto. Kesuksesan itu dia ulangi pada 1995.

Ardy akhirnya merebut gelar keenamnya pada Indonesia Open edisi 1997. Di final, dia mengalahkan Marleve Mainaky, dengan skor 15-9 dan 15-3.

Trikus Harjanto (AFP/Robyn Beck)

Trikus Harjanto terbilang sebagai pemain ganda Indonesia yang paling sukses di ajang ini. Dia satu-satunya pemain ganda yang mampu merebut enam gelar Indonesia Open.

Namun, dia tak meraihnya dengan pasangan yang sama. Trikus menjadi juara Indonesia Open saat berpasangan dengan Minarti Timur dan Emma Ermawati.

Bersama Minarti, Trikus terbilang sensasional. Mereka mencetak sejarah dengan merebut gelar selama lima tahun secara beruntun, yaitu pada 1995, 1996, 1997, 1998, dan 1999. Pencapaian tersebut sampai saat ini belum mampu dipatahkan pemain lain.

Setelah berpisah dengan Minarti, Trikus kemudian berpasangan dengan Emma. Meski tak sesukses dengan Minarti, Trikus mampu merebut satu gelar Indonesia Open bersama Emma pada 2001.

Lee Chong Wei (AP Photo/Simon Cooper)

Tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei, menang dari tunggal putra China Taipe, Ng Ka Long Angus, pada babak 16 besar BCA Indonesia Open 2016 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Ia menjadi satu-satunya pebulu tangkis asing yang meraih trofi terbanyak di Indonesia Open. Saat ini, Chong Wei sudah mengoleksi enam gelar di ajang berlevel Super Series Premier ini.

Gelar pertamanya diraih pada 2007. Bertemu Bao Chunlai di final, Chong Wei yang tak begitu diunggulkan menang 21-15 dan 21-16.

Dia kembali merebut gelar pada 2009. Hebatnya lagi, dia mampu mempertahankan gelar itu selama tiga musim berturut-turut, yaitu 2009, 2010, dan 2011.

Pemain asal Malaysia ini kemudian kehilangan gelar pada tahun 2012 karena absen. Satu tahun berselang, dia kembali menjadi kampiun.

Pada 2014, Chong Wei secara mengejutkan kalah 16-21, 21-15, dan 21-16 dari Kenichi Tago pada babak semifinal. Dia kemudian kembali absen pada edisi 2015.

Lee Chong Wei menggenapi koleksi trofinya menjadi enam pada tahun 2016. Pemain nomor satu dunia itu mengalahkan Jan O Jorgensen dengan skor 17-21, 21-19, dan 21-17.

Taufik Hidayat

Taufik Hidayat merupakan pemain tunggal putra setelah Ardy B Wiranata yang mengoleksi trofi terbanyak di Indonesia Open. Pemegang medali emas Olimpiade 2004 itu mengoleksi enam trofi di ajang ini.

Taufik membuat kejutan dengan merebut gelar perdana di Indonesia Open pada 1999 setelah mengalahkan seniornya, Budi Santoso, di final dengan skor 17-14 dan 15-12.

Satu tahun berselang, giliran Ong Ewe Hock yang dibungkam. Pemain Malaysia itu dibuat tunduk di partai puncak dengan skor 15-5 dan 15-13.

Pada 2001, Taufik secara mengejutkan kalah dari Agus Harianto di babak ketiga. Namun, kegagalan itu dia bayar dengan meraih tiga gelar beruntun.

Taufik menjadi pemenang di Indonesia Open edisi 2002, 2003, dan 2004. Pada 2006 menjadi trofi terakhir yang direbut pria yang kini menjadi staf khusus Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut.

(Artikel asli ditulis Muhammad Wirawan Kusuma/Bola.com)

 

Leave your Comment